Langsing Itu Cantik dan Sehat

 

Perempuan amat peduli dengan penampilannya, utama bentuk tubuh yang ideal dan proporsional. Banyak sekali yang berusaha diet mati-matian untuk mempertahankan bentuk tubuh atau mengurangi kelebihan lemak. Tapi sampai sejauh mana usaha itu aman bagi pencernaan dan kesehatan tubuh kita secara keseluruhan?

Kelebihan berat badan yang biasanya bersumber dari timbunan lemak kerap terjadi karena pola makan dan kebiasaan hidup yang tidak sehat. Di Indonesia banyak sekali masakan khas yang beraneka ragam namun tak semuanya aman bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus. Bahkan karbohidrat yang berasal dari nasi sendiri pun harus dikontrol konsumsinya.



Ada beberapa perempuan yang tidak memedulikan bentuk tubuh dan kelebihan berat badan mereka. Mereka menganggap, selama itu sehat dan tidak menjadi masalah, maka akan baik-baik saja. Bahkan beberapa yang menggemuk setelah menikah merasa nyaman dengan bentuk tubuhnya karena sang suami pun tidak keberatan. Jangan salah, para suami yang tidak keberatan itu ternyata curhat ke teman-temannya tentang sang istri yang menggemuk dan kurang lincah lagi gerakannya di ranjang, lalu mereka tetap senang dan membelalakkan mata pada perempuan-perempuan langsing yang lewat di depan matanya. Apakah kita mau tetap percaya bahwa mereka tidak keberatan?

Sebenarnya menjadi langsing itu tidak sulit, bagi yang saat ini memang sudah bertubuh ideal dengan BMI (Body Mass Index) pada kisaran 20 – 24 tentu dapat mempertahankan tubuh langsingnya dengan rajin berolahraga meski ringan dan menjaga asupan kalori. Makanan yang dikonsumsi jangan hanya mengenyangkan saja, tapi hitunglah kalori yang masuk ke dalam tubuh dan sesuaikan.
Untuk yang sudah kelebihan berat badan apalagi yang mengalami obesitas, sebaiknya hindari mengkonsumsi obat-obatan yang mengklaim dapat menurunkan berat badan, sesungguhnya obat atau multivitamin tersebut belum tentu aman bagi pencernaan dan metabolisme tubuh.

Lebih baik mengubah pola makan, dengan makan sedikit tetapi sering daripada menahan lapar dan akhirnya kalap ketika bertemu makanan. Ketika makan pun tidak boleh terburu-buru dan asal kunyah karena kerja lambung akan lebih keras pada makanan yang dikunyah sekedarnya dengan makanan yang dikunyah lebih lama.

Tak sedikit dari kita yang menjadikan makan siang sebagai pekerjaan sambilan, misalnya sambil kerja di depan komputer, atau bahkan di meja makan pun kita masih sibuk dengan gadget. Padahal makan itu adalah kegiatan penting untuk tubuh kita. Saat makan kita butuh konsentrasi, merasakan tubuh menerima makanan sehingga kita tau pasti kapan harus berhenti.
Selain makan makanan bergizi, kita pun harus lebih banyak mengkonsumsi air putih, selain aman bagi tubuh dengan minum air putih kita terhindar dari mengkonsumsi gula yang biasanya terdapat pada minuman seperti teh manis, kopi apalagi minuman berkarbonat (soda).

Bila asupan makanan dan minuman sudah sehat ditambah pula dengan gaya hidup sehat seperti berolahraga meski hanya seminggu sekali, dan tidur serta istirahat cukup otomatis tubuh kita pun akan melangsing proporsional. Siapa yang tak mau sehat dan cantik? Jadi, tunggu apalagi? (JH)

Leave a Comment