SLS dan Bahayanya

bahan-mengandung-racun

Pernahkah kita berpikir bahwa produk-produk yang kita gunakan dalam rumah tangga ternyata mengandung zat kimia berbahaya? Meski telah memilih dengan cermat dan teliti berdasarkan pengalaman dari orang tua, keluarga dan teman-teman, nyatanya masih saja ada beberapa bahan yang cukup berbahaya dan dalam penggunaan lama berpengaruh terhadap kesehatan kita.

Contohnya adalah cairan pembersih peralatan makan untuk bayi dan anak. Seringnya sebagai seorang ibu rumah tangga kita menggunakan cairan pembersih yang sama dengan cairan pencuci piring biasa untuk membersihkan botol susu serta peralatan makan si kecil. Padahal beberapa produk masih mengandung SLS atau Sodium Laureth Sulfate di dalam komposisi produknya.

Sebagai orang awam yang kurang memahami sifat dan jenis bahan kimia mungkin kita tak akan paham apa sih bahayanya produk ini bila berada dalam jajaran produk rumah tangga kita? Yuk kita kenali dulu apa dan bagaimana sifat-sifat dari SLS tadi.

Sodium laureth sulfate atau sodium lauryl ether sulfate (SLES), adalah deterjen dan surfaktan yang biasa di temui di produk perawatan tubuh seperti sabun, shampo, pasta gigi, dll. SLES mudah ditemukan di toko kimia dan relatif murah. SLES efektif sebagai unsur pembuat busa (Wikipedia).

Selain pada produk perawatan tubuh, SLS atau SLES juga sering digunakan dalam produk cairan pembersih untuk menciptakan busa. Entah mengapa kebanyakan ibu-ibu lebih menyukai produk pencipta busa yang banyak saat mencuci padahal sebenarnya busa yang banyak menandakan adanya surfaktan.
Surfaktan memiliki resiko mengiritasi kulit. Sebagai zat yang bersifat pengemulsi dan pembersih sifatnya membuat kulit menjadi kering dan teriritasi. Apalagi jika digunakan dalam konsentrasi yang besar.

Untuk produk yang digunakan sebagai peralatan makan dan minum bayi apalagi botol susu, tentu akan menjadi berbahaya ketika cairan pembersih yang kita gunakan meninggalkan sisa pada peralatan makan/minum.

Meski telah ditetapkan sebagai bahan yang tidak bersifat karsinogen (pemicu kanker) namun beberapa produk yang mengandung SLS telah ditemukan terdapat kandungan 1,4-dioxane dalam kadar rendah yang merupakan bahan karsinogen dan dibatasi kadarnya oleh FDA.

Jadi lebih baik menghindari kontak langsung dengan zat kimia ini kan. Mulai sekarang teliti lagi yuk komposisi bahan pada label belakang produk yang kita gunakan untuk menghindari berbagai macam resiko merugikan yang akan timbul kemudian.

Meski telah ditetapkan oleh FDA (Food and Drug Association) kadar konsentrasi yang

Leave a Comment